Click Pucca Face to navigate
![]()
![]()
![]()
![]()

這幾天被颱風的雨所困,說閒也是閒著,但是竟然如此,卻只能發呆面對論文,最可笑的我也不知道自己到底寫什麼?那些文字似乎是沒有意義的文字,離我好遙遠的世界。最近看書似乎也是一件很吃力的動作,連一版的印尼文翻譯的小說(我平常都可以看得很快),也已經放在此房間一年多了。
平常愛亂寫東西的我,也好久沒有再寫了,朋友們說我變了!甚至說是因為我談戀愛了。是因為他嗎?我倒覺得未必,只是覺得這些都不再是令人快樂的事情了。打字變成工作,是一個必作的事,而不再是為了我個人的樂趣。論文要打,翻譯又要打,看書也是如此,論文要我看嚴肅的書,教授叫我幫他翻譯也是幾本嚴肅的書,看書與打字已經變成了無聊的工作。
唉,不談那些了,我要說今天的事,昨日突然有人找我,請我幫忙給外勞的翻譯。說也奇怪,我已經兩年左又不在幫外勞翻譯了,原因我自己不太喜歡此工作,而賺的錢也只是一點點。畢竟,我最近又需要錢,毫不猶豫接受了此一天的工作。
見到那個外勞,有點嚇到,原本以為是女性外勞,以為是幫忙做家事的外勞或護工,結果他是要當漁工。這還是我第一次接觸漁工,之前曾經書面翻譯漁工在法律上的問題,但是他們自己是怎麼樣的人,怎麼樣的生活,我倒沒有想過或看清楚。那時候資料也只是通過email傳送傳回去的。
做家事或護工的工作內容,已經很辛苦。漁工卻要更辛苦又苦勞。還隨時面對死亡的可能,是因為在出海的時候,所有危險都可能會發生。再加上,我看那艘船只是很小的船,日後也只是老闆跟他,兩個人而已去捕魚。仲介公司的人叫我問他在印尼賺的錢有多少,算一算一天內只是200-250台幣而已。聽這件事,我心裡想,對翻譯此工作,我已經決的錢很少,但是畢竟還是不到一天的工作,又不要那麼辛苦,我卻還是嫌錢少。唉,人總是不知足,直到看到別人比自己還要辛苦的時候,才發現原來自己擁有的已經很不錯!
送他到漁人碼頭時,這麼漂亮的日落,其背後卻隱藏著漁工辛苦的生活。我們一下車,秋風吹上來,聽他咳嗽一聲,我用印尼語問他:「是不是感冒?」他說是的,畢竟才剛來不習慣天氣的變化。往他日後工作的地方,很清楚看那艘,在我眼裡看起來很破爛的船,心裡自問,那樣小的船要出海,面對海浪?我看那個外勞的形象也不算壯大,他可以作那麼辛苦的工作嗎?再加上聽他還有兩個小孩,才十一跟九歲而已。在想這些時,我再聽他咳嗽,唯一能作的,也只是拿包包裡面的印尼感冒藥全部給他。而最後,只能給的,也只是祝福他,希望他可以工作順利。
在離開漁人碼頭,回到我這個小小的世界裡,還是又要面對電腦陪伴,決定寫今天的故事!外面被秋風吹的寒冷,回到自己房間裡還是覺得自己的世界是很溫暖的小小的世界。
台北,2009年10月7日
Angin Musim Gugur Tiba
Beberapa hari ini, hampir seminggu terkurung dalam kamar sementara topan yang kabarnya datang tak kunjung juga tiba. Hujan deras terus mengguyur kota Taipei, membuatku semakin suntuk dan BT. Dibilang nganggur juga nganggur, tapi yang dapat kulakukan hanya memandang bengong tesisku, sedangkan untuk menghibur hati, menghanyutkan diri dalam dunia game di facebook :p Belakangan ini membaca buku, yang sebelumnya menjadi hobby dan santapanku, justru terasa seperti tugas berat yang melelahkan. Novel yang kubeli dan kubawa dari Indonesia, entah sudah berapa bulan (mungkin malah ada 1 tahun) hanya tergeletak begitu saja tanpa mampu kulanjutkan membacanya.
Aku yang dulu suka menulis segala sesuatunya pun bisa dibilang berhenti dari kegiatan ini cukup lama…..beberapa teman kadang berkata sudah pacaran ya jadi berubah tak menulis lagi. Hmph..bukan karena pacaran kog :p Tapi kurasa karena aku jenuh dengan bacaan dan tulisan. Tesisku menuntutku membaca buku-buku berat yang aku tak mengerti sama sekali apa isinya. Terjemahanku untuk professor sebagai asisten dosen dalam satu tahun lalu juga sama…buku-buku tentang Islam yang dulu tak pernah kubaca dan kupahami. Semua menuntutku membaca dan mengetik…mengetik…dan terus mengetik sampai aku sendiri bosan. Mengetik dan membaca bukanlah pekerjaan yang menyenangkan.
Hmm…soal keluhan ini tak perlu di lanjutkan lagi. Singkat cerita, aku mau bercerita tentang hari ini. Kemarin tiba-tiba ada agen yang meneleponku, orangnya siapa, aku sendiri tak tahu. Kebetulan yang sungguh aneh, karena sudah lama aku tak membantu agen menerjemahkan untuk TKI lagi, bisa dibilang aku vakum ampir 2 tahun lebih terhadap pekerjaan ini. Anyway, akhir-akhir ini aku perlu pemasukan ekstra, jadi tanpa ragu sedikitpun pekerjaan sehari ini pun aku terima.
Saat masuk ke dalam mobil yang menjemputku dan melihat TKI tersebut, aku sedikit terkejut, semula aku membayangkan TKI tersebut seorang perempuan / wanita, dan tugasnya adalah pekerjaan rumah tangga biasa, atau bertugas merawat orang tua.
Tapi ternyata kali ini, TKI yang harus kuantar ke majikan barunya adalah buruh nelayan. Tugasnya berlayar dan menangkap ikan. Baru kali ini aku bertemu langsung dengan nelayan yang menjadi TKI di Taiwan. Sebelumnya pernah ada terjemahan kasus nelayan TKI Indonesia yang bermasalah dengan hukum Taiwan, tapi itu hanya terjemahan kertas belaka yang dikirim dan kukirim balik melalui email saja.
Tugas pekerjaan rumah tangga TKI di Taiwan saja sudah berat, nelayan ternyata jauh lebih berat lagi. Ditambah lagi setiap saat menghadapi kemungkinan ancaman maut saat melaut. Agenku menyuruh bertanya pendapatannya di Indonesia kira-kira berapa, hanya sekitar 50rb – 75rb per hari…itupun saat dapat ikan banyak. Mendengar hal ini, aku jadi berpikir, penghasilanku saat menerjemahkan untuknya saat ini masih lebih tinggi dari itu. Itupun hanya untuk 2-4 jam, dan aku masih merasa kurang. Aih..manusia memang tak pernah merasa cukup, hingga saat melihat orang lain yang jauh lebih susah dari kita, baru kita menyadari betapa beruntungnya diri kita sebenarnya !
Saat mengantar dia ke pelabuhan untuk melihat kapal tempat dia bekerja, pemandangan indah sore hari di pelabuhan, ternyata menyembunyikan sudut lain dari kerasnya kehidupan para nelayan. Turun dari mobil yang mengantar, aku mendengar dia terbatuk-batuk. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, aku bertanya apa dia sedikit flu ? Dia mengakui kalau sedikit flu, tak terbiasa dengan perubahan cuaca yang tiba-tiba, dari musim panas di Indonesia terkena tiupan musim gugur di Taipei. Kami berjalan menuju kapal yang akan menjadi tempat bekerjanya. Aku sedikit terpana dan mengerutkan kening melihat betapa kecilnya kapal para nelayan tersebut, teringat para nelayan diIndonesia sendiri. Aku menatap penampilan TKI yang baru datang tersebut, dia sama sekali tak terlihat seperti pekerja keras dengan tubuh dan perawakan kekar. Malah bisa dibilang perawakannya kecil, apa sanggup dia bekerja di sini ? Tahankah dia ? Apalagi mendengar saat ombak setinggi 3 meter pun mereka masih akan melaut, lebih dari itu baru tidak pergi. Aku teringat ceritanya tentang dua anaknya, yang baru berumur 11 dan 9 tahun…..kembali kudengar dia terbatuk di tengah kerasnya tiupan angin musim gugur ini. Yang dapat kulakukan hanya mengambil tolak angin yang ada di tasku dan memberikannya padanya semua tolak angin yang tersisa. Yang terakhir yang dapat diberikan hanya lah ucapan selamat bekerja dan doa…semoga lancer saja semuanya.
Kembali dari pelabuhan, tiba dalam dunia kecilku, menatap kembali layar monitor yang menemani hari-hari di Taipei, aku pun memutuskan untuk menulis kisah hari ini. Di luar tiupan angin musim gugur terasa dingin, saat kembali ke kamarku ini, kembali merasakan betapa hangatnya dunia kecilku ini.




今晚開始收拾收拾,這麼大的箱子,連我也可以進得去。想起小時候,因為父母開店,偶而會有大的箱子,我跟弟弟都很高興,搶著最大、最堅固又最「漂亮」的箱子。
在大學部必修的課堂上,只是發呆看大學部的同學發本子。不知道,那是什麼東西,也不知道是否自己可以拿,只是心裡想:「拿了後,對我又有什麼用?」。班長看我沒有拿本子,問我一句:「你也是中文系的嗎?」我點了頭,她就給我一本。
Di ruang kelas hari ini, aku melamun, menatap bengong teman sekelas yang tengah membagikan sebuah buku. Bertanya-tanya dalam hati, apa aku juga boleh mendapatkan satu ? Tapi mendapatkannya juga untuk apa ? Salah satu anak menghampiriku bertanya : "Apa kamu juga jurusan Sastra Mandarin ?" Saat aku mengangguk mengiyakan, ia juga memberikan sebuah padaku. Ternyata majalah sekolah untuk jurusanku....Dengan sedikit malas, aku membolak-balik halaman demi halaman, sama sekali tak berniat membaca satu pun. Hingga di satu halaman, sebuah judul menarik perhatianku.



4月22日世界地球日清山淨水的活動照片,今日被我收到了。想起那天,在短短的一個小時內,我們去撿垃圾,乾淨的政大竟然隱藏著許多垃圾在每個角落。人類的垃圾可真多啊!真沒有想到,像政大這樣的學校竟然還有許多學生,隨便亂丟垃圾 :(
Hari Bumi, 22 April kemarin, aku ikut kegiatan kerja bakti di sekolah, dan fotonya dikirim ke emailku hari ini. Membuatku teringat akan hari itu.
